Selasa, 06 November 2012

TULISAN 8


Perbedaan Sistem Digital Dan Sistem Analog

      Sistem dapat didefinisikan sebagai suatu himpunan benda atau bagian-bagian yang bekerja bersama-sama atau terhubung sedemikian rupa sehingga membentuk suatu keseluruhan.
      Sistem digital adalah susunan peralatan yang dirancang untuk mengolah besaran fisik yang diwakili oleh besaran digital, yaitu oleh nilai diskrit.
Peralatan itu pada saat ini umumnya merupakan peralatan elektronika. Meskipun dapat juga merupakan peralatan mekanik atau pneumatic. Sistem digital yang umum dijumpai antara lain adalah computer, kalkulator, dan jam digital.
      Sistem analog meliputi peralatan yang mengolah besaran fisik yang diwakili dalam bentuk analog. Dalam system analog besaran itu beragam dalam nilai yang sinambung. Sebagai contoh amplitudo sinyal keluaran pengeras suara dalam pesawat penerima radio dapat memiliki nilai yang sinambung dari nol sampai ke nilai maximum yang mampu ditahannya.
Pada saat ini, khususnya dalam bidang elektronika, penggunaan teknik digital telah banyak menggantikan kerja yang sebelumnya menggunakan teknik analog. Alasan utama terjadinya pergeseran menuju teknologi digital itu adalah sebagai berikut:

1.    Sistem digital lebih mudah dirancang. Hal itu terjadi karena hal yang diggunakan adalah rangkaian pengalih yanhg tidak memerlukan nilai tegangan atau arus yang pasti, hanya rentangan(tinggi atau rendah) yang diperlukan.
2.   Penyimpanan informasi mudah dilakukan. Penyimpanan informasi itu dapat dilakukan oleh rangkaian pengalih khusus yang dapat menyesuaikan informasi tersebut dan menahannya selama diperlukan.
3.    Ketepatan dan ketelitiannya lebih tinggi. Sisttem digital ndapat menangani ketelitian sebanyak angka yang diperlukan hanya dengan menambahkan rangkaian penganlih saja. Dalam system analog, ketelitian biasanya terbatas hanya sampai tiga atau empat angka saja karena nilai tegangan dan arus didalamnya bergantung langsung pada kepada nilai komponen rangkaiannya.
4.    Operasinya dapat dengan mudah diprogrankan. Sangat mudah untuk merancang suatu sisrem digital yang kerjanya dikendalikan oleh program. Sistem analog juga dapat diprogram tetapi ragam dan kerumitan operasinya sangat terbatas.
5.    Sistem digital lebih kebal terhadap noise. Perubahan tegangan yang tidak teratur  tidak terlalu mengganggu seperti halnya dalam system analog. Dalam system digital nilai pasti untuk tegangan tidak penting sepanjang noise itu tidak sebesar sinyal tinggi atau sinyal rendah yang telah ditetapkan.
6.    Lebih banyak rangkaian digital yang dapat dibuat dalam bentuk chip rangkaian terpadu. Meskipun rangkaian analog juga dapat dibuat dalam bentuk IC, kerumitannya membuat system analog itu lebih mahal dalam bentuk IC.
Satu-satunya kekurangan rangkaian digital adalah karena dunia nyata sesungguhnya adalah system analog. Hampir semua besaran fisik di dunia inibersifat analog dan besaran itulah yang merupakan masukan dan keluaran yang dapat dipantau, yang dolah dan dikendalikan oleh system. Contohnya adalah suhu, tekanan, letak, dll.
Pada saat ini semakin banyak penggunaan teknik analog dan digital dalam suatu system untuk memanfaatkan keunggulan masing-masing. Tahapan terpenting adalah menentukan bagian mana yang menggunakan teknik analog danbagian mana yanhg menggunakan teknik digital. Dan dapat diramalkan di masa depan bahwa teknik digital akan menjadi lebih murah dan berkualitas.

Contoh Sistem Digital:
1.    Jam digital
2.    Kamera digital
3.    Penunjuk suhu digital
4.    Kalkulator digital
5.    Computer
6.    HP
7.    Radio digital

Contoh Sistem Analog:
1.    Remote TV
2.    Spedometer pada motor
3.    Pengukur tekanan
4.    Telepon
5.    Radio analog

TULISAN 7


ANALISA RANGKAIAN
 ANALISA RANGKAIAN SECARA BLOK DIAGRAM
Pada rangkaian Auto Fan With LM 335 ini, kami akan membuat danmenerangkan cara kerja alat ini secara blok diagram dan secara detail.Pada analisa blok diagram rangkaian akan terbagi menjadi:Penyalur tegangan ( arus 12 volt )Inputan 2 ( suhu tinggi yang akan diberi pada sensor )
1.    Input
2.    Proses
3.    Output

Menurut blok diagram diatas dapat dijelaskan bahwa:Pada rangkaian diberi tegangan sebesar 12 volt, dimana tegangan iniberfungsi untuk mengaktifkan rangkaian tersebut. Pada keadaan ini fan tidak akanberputar walaupun rangkaian telah dialiri arus listrik karena sensor yang memakaitipe LM 335 ini masih dalam kondisi dingin, dan untuk memutarkan ataumemfungsikan fan tersebut yaitu dengan jalan memanaskan sensor LM 335dimana sensor ini berfungsi sebagai inputan 2. Setelah sensor panas barulahrangkaian ini akan mengeluarkan output dan fan akan berputar. Sensor LM 335sebagai inputan dan Potensio berfungsi sebagai pengatur IC A1 dan IC A2. padaIC A1 berfungsi untuk mengatur keadaan LED D2 dan D3 dan IC A2 berfungsiuntuk mengatur keadaan LED D5 setelah sensor LM 335 di panaskan setealh ituDioda Zener berfungsi untuk membatas arus dan tegangan yang masuk melaluiTransistor dan Transistor akan menghasilkan 2 kondisi Saturasi dan Cut off jikakeadaan Transistor saturasi maka Relay akan berfungsi dan akan mengasilkanoutputan berupa Nyala Fan.
 3.2 Analisa Rangkaian Secara Detail

 
Pada transistor T1 memiliki 2 kondisi yaitu Saturasi dan Cut Off. T1 akanmengalami Cut Off pada saat LM 335 belum di panaskan karena tegangan di kakibasis lebih kecil dari tegangan di kaki emitor. sedangkan T1 akan menglamiSaturasi pada saat LM 335 di panaskan karena tegangan pada kaki basis akanmenjadi lebih besar dari pada tegangan yang ada di kaki emitor. D6 berfungsisebagai tegangan feed back atau tegangan tidak membalik D6 ini akanmenghambat tegangan pada kaki 3 relay dan kaki 1 relay agar tidak salingterhubung.Dan pada Relay terdapat terdapat 3 kondisi NO ( Normally Open) NC (NormallyClose) dan CO (Change Offer). NO (Normally Open) di ibaratkan sebagaii saklar terbuka karena tidak ada arys dan tegangan yang dilewati. Sedangkan NC(Normally Close) di ibaratkan sebagai saklar tertutup sehingga arus dan tegangandapat mengalir. CO (Change Offer) berfungsi untuk merubah dari kondisi NormallyOpen ke Normally Close. Jika Transistor Saturasi maka kaki CO pada Relay akanmerubah kondisi dari NC ke NO sehingga Fan dapat berputar

TULISAN 6


CARA PENGOPERASIAN ALAT
LANGKAH-LANGKAH PENGOPERASIAN ALAT
Pada bab kami ini akan membahas penjelasan bagaimana cara pengoperasianalat AUTO FAN WITH LM 335 yang telah kami buat.Untuk mengoperasian rangkaian yang kami buat maka diperlukan langkah-langkah berikut :
1. Hubungan Jack Cewean pada kutup positif dan kutup negative yangterhubung positif pada tegangan VCC 12 volt dan negative pada Ground
2.    Kemudian panaskan Sensor LM 335 pada suhu 35 derajat celcius
3.    Setalah itu Relay akan berfungsi dan Menghasilkan Output berupa NyalaFAN
4.    Apabila kita menginginkan LED yang terdapat pada D2 dan D3 lebihredup atau lebih terang kita dapat mengaturnya dengan Potensio 1 yangberada sejajar dengan IC TL 072 atau A1
5.    Apabila kita menginginkan LED yang berada pada D5 lebih terang ataulebih redup kita dapat mengaturnya lewat Potensio 2 yang terdapatsejajar dengan IC TL 082 atau IC A2


KESIMPULAN
Auto Fan With LM 335 merupakan sebuah rangkaian yang menggunakansebuah sensor LM 335 yang merupakan sebuah sensor pengontrol suhu panas.Kata Auto Fan pada rangkaian Auto Fan LM 335 bermakna Otomatis karena diabekerja berdasarkan sensor suhu yang di panjarkan dari sensor LM 335 tersebut.Jika sensor LM 335 dalam keadaan panas maka Fan akan menyala berbeda jikakeadaan sensor LM 335 dalam keadaan Dingin maka Fan tidak akan menyala. Itudi sebabkan karena tidak ada arus panas yang di hantarkan melalui sensor LM335 tersebut. Panas kan sensor LM 335 dengan Solder panas atau dengan Korekapi.

SARAN
Dalam pembuatan Layout rangkaian harus hati-hati dan harus lebih telitikarena sering terjadi kesalahan dalam menempatkan komponen yang akan dipasang. Terutama pada penempatan sensor dan IC karena sensor dengan tipeLM 335 ini memiliki tiga buah kaki namun dalam penggunaanya digunakan hanyadua buah kaki yaitu katoda dan anoda, jadi ada sebuah kaki yang tidak dipergunakan dalam rangkaian ini. Tetapi dalam alat yang kami buat kamimenghubungkan kaki 1 dengan kaki 2 katoda ini di sebabkan karena pada saatsensor LM 335 belum di panaskan Fan dari alat kami sudah menyala. Jadi kamimenghubungkan kaki1 ke kaki 2 Katoda. Dan jika kita ingin merendam PCBdengan Ferikkrolit air yang harus kita gunakan jangan menggunakan air yangterlalu panas karena jika kita menggunakan air yang terlalu panas di khawatirkanJalur tembaga yang ada pada PCB akan terputus. Maka dari itu di sarankan untukmenggunakan air yang hangat dan tidak terlalu panas.

TULISAN 5


ELEKTRONIKA DASAR
Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang komponen komponen elektronika dalam pelajaran dasar elektronika ada baiknya kita tahu dulu jenis jenis komponen elektronika berdasarkan butuh atau tidaknya arus listrik dalam bekerjanya. Dalam bidang elektronika dikenal ada dua jenis komponen yang kelompokkan berdasarkan kriteria di atas.
Dua macam komponen ini adalah komponen aktif dan komponen pasif. Dua macam komponen elektronika yang akan kita pelajari dalan dasar elektronika ini selalu ada dalam setiap rangkaian elektronika. Komponen aktif adalah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus listrik agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika. Contoh komponen aktif ini adalah Transistor dan IC juga Lampu Tabung. Besarnya arus panjar bisa berbeda-beda untuk tiap komponen2 ini.

Sedangkan komponen pasif adalah jenis komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus listrik. Contoh komponen pasif adalah resistor, kapasitor, transformator/trafo, dioda dsb.
Dalam dasar elektronika penggunaan  kedua jenis komponen ini hampir selalu digunakan bersama-sama, kecuali dalam rangkaian-rangkaian pasif yang hanya menggunakan komponen-komponen pasif saja misalnya rangkaian baxandall pasif, tapis pasif dsb. Untuk IC (Integrated Circuit) adalah gabungan dari komponen aktif dan pasif yang disusun menjadi sebuah rangkaian elektronika dan diperkecil ukuran fisiknya.

RESISTOR 
Resistor adalah komponen elektronika yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika karena dia berfungsi sebagai pengatur arus listrik. Dengan resistor listrik dapat didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Tentunya anda bertanya-tanya, apa itu resistor ?, seperti apa bentuknya ?, bagaimana cara kerjanya ?, oops..., nanti dulu saya baru akan menjelaskannya.
Ilustrasi Arus Air untuk mengetahui cara kerja Resistor
Setelah anda perhatikan animasi tadi, tentunya anda sudah mempunyai gambaran tentang bagaimana prinsip kerja dari sebuah resistor. Yah anda anggap saja arus air yang ada di animasi itu sebagai arus listrik, sedangkan bendungan sebagai resistornya. Jadi bila bendungan 1 kita anggap sebagai resistor 1 dan bendungan 2 sebagai resistor 2, maka besarnya arus tergantung dari besar kecilnya pintu bendungan yang kita buka. Semakin besar kita membuka pintu bendungan semakin besar juga arus yang melewati bendungan tersebut bila ingin lebih besar lagi arusnya, yah tidak usah dipasang bendungannya atau dibiarkan saja, jadi bila kita menginginkan arus yang besar maka kita pasang resistor yang nilai resistansi ( tahanan ) nya kecil, mendekati nol atau sama dengan nol atau tidak dipasang sama sekali dengan demikian arus tidak lagi dibatasi. Nah seperti itulah kira-kira fungsi Resistor dalam sebuah rangkaian elektronika.
Suatu fungsi dalam dunia teknik tentunya mempunyai satuan atau besaran, misalnya untuk berat kita tahu bahwa pada umumnya satuannya adalah "gram", satuan jarak pada umumnya orang memakai satuan " meter ". Nah untuk resistor satuannya adalah OHM, jadi mulai sekarang kita biasakan untuk menyebut besarnya nilai suatu resistor atau tahanan kita gunakan satuan OHM, yang sebenarnya berasal dari kata OMEGA. Maka tidaklah heran bila lambang dari OHM berbentuk seperti tapal kuda orang yunani menyebutnya omega entah kenapa demikian saya juga kurang paham karena saya bukan ahli sejarah he he he . Ok, jadi bila nanti anda melihat rangkaian elektronika lalu disitu tertulis misalnya 470 maka itu adalah sebuah resistor dengan nilai 470 OHM.., paham..!!.
Didalam rangkaian elektronika resistor dilambangkan dengan angka " R " , sedangkan icon nya seperti ini : . Ada beberapa jenis resistor yang ada dipasaran antara lain : Resistor Carbon, Wirewound, dan Metal Film. Ada juga Resistor yang dapat diubah-ubah nilai resistansinya antara lain : Potensiometer dan Trimpot. Selain itu ada juga Resistor yang nilai resistansinya berubah bila terkena cahaya namanya LDR ( Light Dependent Resistor ) dan Resistor yang yang nilai resistansinya berubah tergantung dari suhu disekitarnya namanya NTC ( Negative Thermal Resistance ) agar lebih jelas coba anda perhatikan gambar 1-a, dan animasi berikut ini :

Prinsip Dasar, Cara Kerja Sebuah LDR

Berbagai Jenis type dan bentuk Resistor
Potensiometer
L D R
N T C
Trimpot
Lambang-lambang dari beberapa Jenis Resistor
Hmmm..., bagaimana friend !. Saya rasa sampai disini anda sudah memahami prinsip kerja dari resistor.

TULISAN 4


KB03
Semester 1 dan 2 pada tingkat 1 telah berlalu, Sekarang mulai memasuki pada tingkat 2 semester 3, masuk tingkat ini ternyata kelas nya diacak. Saya mendapatkan kelas 2KB03 awal nya merasa cangguh tapi seiring berjalan waktu semua nya berubah yang awal nya kita tidak mengenal 1 sama lain tapi akhir nya kita bersolid, mungkin ada 1 atau beberapa yang saya kenal dari kb lain hihihihi. Pada tingkat 2 tetap aja cewek nya 5 orang ngak berbeda dengan ditingkat 1 tapi walaupun kita ceweknya Cuma bertiga kita tetep kompak sama temen yang cowok karena kita satu tujuan hihihihi. Kb03 kelas yang paling asik dan super solid semua nya, kenapa saya bilang solid karena pada saat kita ada tugas,  kuis dan lain-lain kita saling menginggatkan 1 sama lain. Semester 3 kita memasuki waktu praktikum lagi yaitu Elektronika Dasar atau ELDAS, nah kita mulai memikirkan alat apa yang akan kita buat, karena bagi mahasiswa KB setiap praktikum pasti akan membuat alat, tapi itu semua berlajan lancar karen dengan bantuan teman semua yang sling membantu.